Kamis, 27 April 2017
Selasa, 04 April 2017
😊
Oke!
Kali ini kenapa tidak mencoba menjadi bermanfaat buat orang lain ya.
Bagi teman" fisioterapi yang ingin melanjutkan kuliah s2 saya akan berbagi info s2 fisio yang ada di Malaysia,
Di Malaysia ada 2 sistem, Coursework (Sistemnya Kuliah biasa) dan Research (Penelitian)
yang coursework (peminatan Musculo) bisa lihat di:
UiTM : https://ipsis.uitm.edu.my/…/coursew…/8-coursework-programmes
dan yang research ada 2 pilihan Univ:
1. UiTM :https://ipsis.uitm.edu.my/…/…/research/9-research-programmes
2. KPJUC : https://www.kpjuc.edu.my/…/school…/master-of-physiotherapy/…
Semoga bermanfaat 😊
Senin, 03 April 2017
Tersenyum
Aku mahasiswa s2 yang sebelum ini pernah bekerja part time dengan visit kerumah pasien. Menurutku dengan pendapatan yang lumayan dengan hampir 2x lipat UMR daerahku.
Ada dua perasaan yang susah untuk dijelaskan saat aku memilih melanjutkan belajar.
1. Sangat dibutuhkannya s2 fisioterapi linier di Indonesia
2. Penghasilan gak ada karna fokus kuliah, dan aku harus menerima uang dari orang tua dengan jumlah yang lebih banyak dari waktu s1
Bimbang dengan s2 ini membuatku bertanya pada banyak orang, apa yang seharusnya aku lakukan,
Last, aku pilih lanjut kuliah dengan berangkat seorang diri. Bahkan orang tuaku tak pernah ke Malaysia.
Bermodalkan kepercayaan pada pihak kampus akupun di jemput dan tinggal di asrama kampus, tanpa Indonesia.
Aku memang menyukai bertemu hal baru, tapi ini memang terlalu baru dengan gelar negara tetangga.
Perlahan mengenal kampus beserta isinya, akupun mulai berpindah tempat tinggal mencari tempat yang paling murah.
Aku baru melewati satu ujian dan masi harus melewati 3 ujian lagi. Mereka selalu berkata "mumpung masi disini, pergi lah jalan2" itu kata-kata yang ingin aku jelaskan kesemua orang, aku bahkan menjimat uangku supaya bisa bertahan lebih lama. Kedekut sekali aku, tak apa sekarang mereka menganggapku begitu.
Aku bahkan mencari part time untuk sekedar menambah uang membeli bahan makan. Belum lagi kalau bahan masakan sudah habis dan harus pergi belanja jauh, dan harus keluarkan uang (lagi).
Sekarang, hidup pandai-pandai aja, atur uang sendiri dan kalau uang kurang pandai-pandai menutupi kekurangannya.
Wahai masa depan, Kalau boleh aku mendapat suksesmu nanti. Aku ingin mereka bangga memiliki aku, aku ingin menjadi bermanfaat bagi mereka.
Curhat yang panjang,
Semoga aku selalu tersenyum bersama impian dan masa depan 😊
Senin, 27 Maret 2017
Antara balas budi dan harap dimengerti
Aku menjadi mahasiswa yang sangat awam tentang negara ini,
Tapi aku menjafi mahasiswa yang sangat beruntung karena bertemu orang yang banyak mengulurkan bantuan padaku.
Waaah... terkadang hati pun menjafi tidak selesa, karena budi tak sempat terbalas.
Suatu ketika, seorang berbudi baik mengajak saya mengarungi negreri jiran dengan budged yang sangat rendah. Sungguh saya sangat tertarik dengan cost yang sangat rendah dan tempat yang sangat apik. Teringin hati pergi kesana, matapun mulai membayangkan menyelam dilautan biru, berbaring diatas pasir putih. Kapan lagi aku bisa kesana, mumpung sedang disini, kata hati merayu pergi.
Namun, sepanjang jalan pulang dari kampus hatipun berbincang, teringat uang hasil pemberian, teringat makan yang selera susah ditahan. Kamu terlalu kurang ajar, kata hati lagi bergumam pada diri. Bahkan yang memberimu uang tidak pernah menyelami lautan biru, tidak pernah bersantai diatas pasir putih, atau berkacamata hitam dengan pose berkacak pinggang.
Seketika diri gelisah, karena sebentar lagi proses pengambilan data. Disisi lain ada hati yang masi membela si baik hati sang pemberi budi untuk dibalas budinya dengan menemani ia pergi kesana,
Keesokan harinya diripun memberanikan mulut untuk menolak tawaran berbudget rendah dengan pulau hamparan laut biru berselimut pasir putih. Seseorang terlihat kecewa, kenapa diri begini? Ada perasaan tak sedap saat belum bisa membalas budi. Tapi duitpun masi tahu diri. Walaupun banyak tapi datangnya dari si pemberi.
Saya mohon minta untuk dimengerti, karena diri selalu tak puas hati dan menguasai ego sendiri.
Selasa, 31 Januari 2017
Semakin berisi semakin merunduk
Subhanallah...
Bersyukur sekali hari ini adalah pertemuan kedua saya dengan pembimbing 1. Prof (C) DR. WAN HAZMY CHE HON
semoga Engkau lancarkan semua urusan beliau, semoga Engkau mudahkan rezki beliau, semoga Engkau angkat derajat beliau diantara orang" yang Engkau kasihi.
Terimakasi Prof, terimakasi untuk banyak membantu, semoga kalau saya jadi orang pintar dan cerdas akan meneladani sifat rendah hati Prof,
Terimakasi Ayah n Umi yang setiap saat mengayuh doa merangkai tasbih untuk ananda.
Semoga penat Umi n Ayah dibalas Syurga, aamiin
Kamis, 19 Januari 2017
Harusnya kau Bersyukur
Duhai diri, berkaca lah sekarang, kenapa kau masih penuh dengan kata eluhmu!
Tak malu kah kau dengan jerit diam saudaramu yang bahkan jauh lebih prihatin dari eluhmu.
Lihatlah! Dia hanya menjerit dalam diam, dia hanya menjerit dalam doa, dia hanya menjerit dalam tenang.
Duhai diri, segera lah mengucap syukur! Tak malu kah kau dengan raunganmu hanya karna di gigit semut? Lihatlah saudaramu yang tersenyum ketika menghadapi terkaman singa.
Duhai diri, ambil lah sajadahmu!
Mengadu lah padaNya, tak turun hujan kalau bukan karenaNya, tak terbit matahari kalau bukan atas perintahNya, tak berjalan kaki kalau bukan inginNya.
apa lagi yang kau eluhkan? Apa lagi yang kau rengekkan? Apa lagi yang kau ratapkan?
Lihatlah sekilingmu, mereka tersenyum dibawah terik, mereka bersyukur dengan sesuap nasi, mereka bahagia dengan menerima.
Bersyukurlah wahai diri, bersyukurlah,
😇😇😇
Jumat, 13 Januari 2017
Kembali menjadi mahasiswa
Alhamdulillah, wasyukurillah,
Segala puji hanya bagi Allah,
Saat ini saya kembali menjadi mahasiswa, ya mahasiswa s2.
Setelah hampir satu tahun saya mengurus syarat dan urusan perkuliahan, akhirnya Allah memanggil saya untuk kuliah kembali.
Memang bukan dengan beasiswa, tapi dengan uang orangtua, tapi insyaAllah saya akan beri balasan atas apa yang sudah dikeluarkan, semoga sesegera mungkin mendapat beasiswa, aamiin.
Saya bukan lah orang yang pintar dengan IPK yang tinggi, tapi saya punya semangat untuk memajukan profesi saya kedepan.
Semoga ini jalan saya untuk membuat semua orang bangga, bangga dengan saya, dan tidak hanya bangga, semoga saya bisa bermanfaat bagi siapapun, aamiin.
Semangat berjuang mbak Fisioterapis,
Fisioterapi Indonesia Jaya!!!